NEGERI VAN ORANJE
Novel ini mengkisahkan tentang persahabatan lima orang anak tanah air yang sedang menuntut ilmu di negeri kompeni (Belanda.red). Banjar, Daus, Wicak, Lintang, dan Geri. Kelompok pertemanan mereka dinamakan Aagaban. Persahabatan yang indah dan mengharukan. Dipenuhi derai tawa, juga sering kali dibanjiri air mata.
Daus (Firdaus Gojali Muthoyib bin Satiri) yang anak betawi asli, kocak, lucu, bekerja di Depatemen Agama, lulusan Fakultas Hukum UI, mendapatkan kesempatan untuk belajar dinegeri Belanda-dibiayai pemerintah.red.
Banjar (Iskandar) seorang pengusaha muda sukses yang kaya raya, sedikit arrogant, bekulit hitam, asli Kalimantan lulusan ITB. Sengaja kuliah di Belanda karena taruhan dengan temanya, Goz. Goz bertaruh jika Banjar tidak akan bertahan lama hidup di Belanda dengan tidak didampingi kekayaan yang ia miliki sekarang. Banjar harus membawa harta seadanya saja. Cukup untuk biaya naik pesawat, dan tinggal di Belanda selama beberapa hari. Selebihnya Banjar harus usaha sendiri.
Wicak (Wicak Adi Gumelar) sang anak rimba. Anak Banten asli, lulusan Fakultas Kehutanan IPB. Suka menjelajahi hutan, mendaki gunung, dan termasuk orang yang perduli alam, sangat menentang illegal logging. Suatu hari pernah hampir mati akibat menyamar untuk meyelidiki kasus illegal logging di Kalimantan. Wicak diekstradisi ke Belanda akibat kasus tersebut, dan ia dibiayai untuk mengambil S2.
Lintang (Anandata Lintang Pesada) satu-satunya wanita di Aagaban. Sangat tertarik dengan kesenian budaya tanah air maupun manca negara. Lulusan Fakultas Sastra Universitas Negeri Depok beberapa kali mewakili Indonesia dalam acara perkurakan kebudayaan dunia. Kuliah di Belanda dengan hasil kerja sendiri, karena mengumpulkan tabungan dari honor yang ia dapatkan. Mengambil S2 European Studies Universitas Leiden, Belanda.
Garibaldi Utama Anugraha Atmadja (Geri) anak pengusaha kaya raya, digilai banyak wanita, sekolah S1 di Belanda. Melanjutkan S2 juga di Belanda. Anggota Aagaban yang hidup paling aman sentosa. Baik hati dan tidak sombong, pintar pula, sayang keluarga dan sahabat Aagabannya. Sangat memperdulikan mereka.
Di suatu pertemuan tidak sengaja di Stasiun kereta api Amersfort membuat kelima anak tanah air ini memulai persahabatan mereka. Selanjutnya kisah persahabatan mulai mewarnai hari-hari mereka, dari harus mengayuh sepeda berkilo-kilometer untuk menghemat ongkos, bekerja di lestoran milik pengusaha Indonesia dengan bayaran 10 euro perjam untuk menambah uang jajan, menjadi pengajar tari anak-anak Dubes Indo yang ada di Belanda, sampai harus memaksimalkan fasilitas perpustakaan sampai pukul 11 malam, untuk mebuat makalah, paper atau menyelesaikan tugas dengan gratis. Ditambah masalah tesis yang membuat kelima anak tanah air ini kalang kabut. Tapi disinilah sisi menarik dari mereka.
Tidak hanya itu di novel ini juga banyak tips2 dan trick2 khusus bin lucu bin ajaib tentang bagaimana cara bertahan hidup dan belajar di Negeri Orang.
Sering di temukan permasalahan yang dipecahkan bersama, perselisihan , dan kesalah pahaman yang akhirnya semakin membuat persahabatan menjadi sangat berarti.
Pokoknya g nyesel deh baca nih novel, dahsyatnya sama kayak Laskar Pelangi, Ayat-Ayat Cinta, bahkan Harry Potter sekalipun.
And finally kelima anak tanah air ini hidup bahagia dengan sejuta harapan dan cita-cita, dan sebekal ilmu serta berjuta pengalaman yang natinya mengubah hidup mereka menjadi lebih baik lagi.
Allahuakbar… Sungguh memberi motivasi untuk berjuang dengan sungguh-sungguh… Subhanallah… Keren nyan…
Last Don’t give up. Come on guys we make our dream come true… Amin…Amin…Amin…Yaa Robbal alami… see ya…
(Sunday, May 31, 2009. 21.50 WAR)
Tampilkan postingan dengan label liburan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liburan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 31 Mei 2009
Negeri Kompeni
Karena g ada sambungan internet di rumah, aMa harus mengumpulkan atau menulis isi hati yang akan di upload ke blog melalui kompieu tercinta-yang udah pulih dari sakitnya, karena virus2 yang jahat sudah dibuang dari tubuhnya. Tapi data2ku hilang semua… Huaaaa…
Curhatan di tulis tiap hari, biasanya malem abis sholat isya’ atau g siang waktu selang antara Dzuhur dan Asar. Kemudian di kumpulkan dan di masukan ke dalam flash disc. Upload ke blog biasanya sekali atau dua kali seminggu, dan itupun jika ada waktu ke warnet (biarpun ada waktu tapi kalau g ada uang yaa sama aja neng… Gmana sich??? Hhehehe…) . Makanya susah bgt ngurusin Blog kalau g ada fasilitas gini. Jadi harus memanfaatkan fasilitas seadanya dengan seoptimal dan semaksimal mungkin. Mau minta pasang internet dirumah, g enak sama ayah dan ibu, Kami kan bukan dari keluarga yang kaya raya. Jadi begini saja sudah cukup. Kalau seandainya internet dipasang dirumah, pasti bayaran listik dan telpon langsung membengkak. Mau makan apa kami??? Mana bisa hidup makan batu dan tanah!!! Xixixi… Mana aMa g tau sama yang artinya “cukup atau berhenti” lagi. Kalau sudah menemukan hal yang menarik perhatian untuk dikerjakan pasti g mau berhenti. Sebagai buktinya sehabis Ujian Sekolah berlangsung tanggal 5 Mei 2009, pulang sekolah aMa langsung ke toko buku beli novel buat refreshing abis ujian. Novelnya bagus banget judulnya NEGERI VAN ORANJE, karangan Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, dan Rizki Pandu Permana. Ni novel sama dahsyatnya dengan Tetra logy Laskar Pelangi. Bushet dah gara2 ni novel aMa sampe g tidur semaleman. Sumpah g ngantuk. Aneh juga iaHhh??? Ceritanya Subhanallah Allahu Akbar Luar Biasa Miracle Amazing Fantastic Great Spectacular.Ni novel memberikan aMa inspirasi dan motivasi untuk melanjukan sekolah S2 ke negeri kompeni. Maksudnya Belanda si negeri penjajah. Berharap someday hal itu nanti bisa aMa wujudkan dan jadi kenyataan. Amin Yaa Robbal alamin… Makanya aMa harus semangat dan rajin belajar, biar dapat beasiswa dari pemerintah (ya iyalah kalau pake uang sendiri mana bisa!!!) (Sunday, May 31, 2009. 19.30 WAR)
Curhatan di tulis tiap hari, biasanya malem abis sholat isya’ atau g siang waktu selang antara Dzuhur dan Asar. Kemudian di kumpulkan dan di masukan ke dalam flash disc. Upload ke blog biasanya sekali atau dua kali seminggu, dan itupun jika ada waktu ke warnet (biarpun ada waktu tapi kalau g ada uang yaa sama aja neng… Gmana sich??? Hhehehe…) . Makanya susah bgt ngurusin Blog kalau g ada fasilitas gini. Jadi harus memanfaatkan fasilitas seadanya dengan seoptimal dan semaksimal mungkin. Mau minta pasang internet dirumah, g enak sama ayah dan ibu, Kami kan bukan dari keluarga yang kaya raya. Jadi begini saja sudah cukup. Kalau seandainya internet dipasang dirumah, pasti bayaran listik dan telpon langsung membengkak. Mau makan apa kami??? Mana bisa hidup makan batu dan tanah!!! Xixixi… Mana aMa g tau sama yang artinya “cukup atau berhenti” lagi. Kalau sudah menemukan hal yang menarik perhatian untuk dikerjakan pasti g mau berhenti. Sebagai buktinya sehabis Ujian Sekolah berlangsung tanggal 5 Mei 2009, pulang sekolah aMa langsung ke toko buku beli novel buat refreshing abis ujian. Novelnya bagus banget judulnya NEGERI VAN ORANJE, karangan Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, dan Rizki Pandu Permana. Ni novel sama dahsyatnya dengan Tetra logy Laskar Pelangi. Bushet dah gara2 ni novel aMa sampe g tidur semaleman. Sumpah g ngantuk. Aneh juga iaHhh??? Ceritanya Subhanallah Allahu Akbar Luar Biasa Miracle Amazing Fantastic Great Spectacular.Ni novel memberikan aMa inspirasi dan motivasi untuk melanjukan sekolah S2 ke negeri kompeni. Maksudnya Belanda si negeri penjajah. Berharap someday hal itu nanti bisa aMa wujudkan dan jadi kenyataan. Amin Yaa Robbal alamin… Makanya aMa harus semangat dan rajin belajar, biar dapat beasiswa dari pemerintah (ya iyalah kalau pake uang sendiri mana bisa!!!) (Sunday, May 31, 2009. 19.30 WAR)
Waiting for my future
Nungguin pengumuman UN dan PMP sungguh membosankan, membuat hati berdebar2… Pikiran kacau balau… Lu2s g ya??? Lu2s g???....
Lu2s pa g, msing2 punya resiko…
Jadi pusink!!!!!!!!! (Saturday, May 30, 2009. !3.45 WAR)
Lu2s pa g, msing2 punya resiko…
Jadi pusink!!!!!!!!! (Saturday, May 30, 2009. !3.45 WAR)
Cita2 qw
Mau jadi Novelis ngambil jurusan KIP Matematika…. Bujug nyambung amat… Seharusnya kan ambil jurusan sastra!!! Tapi di Sumatera mana ada?????? Mau ke Jawa dilarang Ibu dan Ayah. Adanya juga KIP Bahasa… aMa g mau jadi guru bahasa, soalnya harus pake EYD yang baik dan benar… g bisa mengekspresikan diri dengan bebas, terikat kata2 baku yang sering kali g menarik untuk dibaca… Kan g enag baca atau nulis sesuatu yang g kita senangi… Menurut aMa mengarang atau mengekspresikan diri itu harus sebebas-bebasnya g ada batasan, dengan demikian seorang yang berkarya akan dapat menghasilkan karya yang maksimal. Sehingga akan ada kepuasaan lahir batin pada diri penulis dan tidak timbul penyesalan nantinya… Selain itu there was an another reason mengapa aMa g ambil jurusan KIP Bahasa, jadi guru bahasa ngebosenin ngabisin suara…. Koq bisa??????? Ya bisa DuNkkk… jadi inget sma ibu Ida Nursyanti guru bahasa SMA aMa. Gurunya sabar banget, g pernah marah, kadang2 merasa bersalah juga sama ibu Ida… Pada saat beliau sedang menjelaskan pelajaran dengan sangat antusias tapi siswa2nya ribut sendiri (aMa juga sering ribut Bu, Muphin iaHhh Bu), kami sang anak2 bandel sibuk pula ber cas, cis, cus ria g memperhatikan pelajaran… Mana bisa begitu???
Makanya aMa g mw ambil KIP Bahasa Indonesia, Takutnya hukum karma berlaku… kan g LucHu, kalo ntar aMa dicuekin sama siswa2nya…Hhuahaha…
Jd harus apa SkaraNg??? (Saturday, May 30, 2009. !3.45 WAR)
Makanya aMa g mw ambil KIP Bahasa Indonesia, Takutnya hukum karma berlaku… kan g LucHu, kalo ntar aMa dicuekin sama siswa2nya…Hhuahaha…
Jd harus apa SkaraNg??? (Saturday, May 30, 2009. !3.45 WAR)
Langganan:
Postingan (Atom)